Jumat, 22 April 2016

Memanage Sebuah Organisasi



Memanage sebuah Organisasi

Sebuah sumbang piker pada Latihan Kader Kepemimpinan
Remaja GKJ Semarang Timur

Oleh : V. Mangunsong’s


I.        PENDAHULUAN
·         Suatu kegiatan dilakiukan adalah untuk mencapai tujuan tertentu
·         Kegiatan itu dapat dilakukan secara individu maupun secara bersama-sama
·         Kegiatan yang dilakukan bersama-sama perlu adanya organisasi yang baik
·         Organisasi akan berjalandengan baik apabila ada pengelolaan ( manajemen ) yang baik

II.      ORGANISASI
v Menurut George R. Terry organisasi adalah suatu struktur dengan bagian-bagian yang diintegrasikan hingga hubungan satu dengan yang lain dipengaruhi oleh hubungan secara keseluruhan
v Menurut Carter Bernard organisasi adalah sistim kegiatan kerjasama antar dua orang atau lebih
v Menurut Dwight Waldo organisasi adalah struktur antar hubungan pribadinyang berdasarkan atas wewenang formal dan kebiasaan-kebiasaan di dalam suatu sistim administrasi

III.     MANAJEMEN / MANAGEMENT
Ø Adalah suatu proses kegiatan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengkoordinasian dan pengawasan dengan menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang diinginkan

IV.     UNSUR-UNSUR DASAR MANAJEMEN
o  Man manusia harus memiliki 3 ketrampilan dasar yaitu : Technical Skills (kemampuan melaksanakan tugas pokoknya) ; Human Skills (mampu menggunakan sumber daya manusia) ; Conceptual Skills (mengambil keputusan-keputusan dan menetapkan kebijakan dengan tepat)
o  Money Uang / biaya segala sesuatu apabila ingin berjalan lancer harus ada biaya “Jer Basuki Mawa Bea”
o  Materials bahan Setiap kegiatan harus ada obyek yang jelas yang akan dituju dibuat konsep yang jelas dan matang
o  Operational pelaksanaan dari konsep konsep harus dioperasionalisasi

V.      FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
           Menurut George R. Terry fungsi manajemen ada 4 yaitu :
  • Planning yaitu menetapkan apa yang harus dilaksanakan, kapan dan bagaimana pekerjaan akan dilaksanakan. Planning / Perencanaan yang baik meliputi “5 P” yaitu : Purpose ( tujuan ) yang akan dicapai dirumuskan denganjelas, terperinci dan operasional ; Policy strategi atau cara untuk mencapai tujuan ; Procedure sistim komunikasi yang ada dalam organisasi ; Progress gambaran tentang tahap-tahap pencapaian tujuan yang diukur dengan standard tingkat keberhasilan ; Program uraian lebih rinci dan operasional tentang kegiatan sehari-hari dalam rangka pelaksanaan perencanaan

  • Organizing  yaitu pengelompokan orang-orang berdasarkan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya → langkah-langkahnya : 1. menetapkan tujuan ; menetapkan tugas organisasi/job description ; 3. perincian kegiatan ; 4. pengelmpokan kegiatan ke dalam fungsi-fungsi ; 5. departementasi ; 6. penetapan kewenangan organisasi ; 7. staffing ; 8. facilitating
  • Actuating / penggerakan yaitu proses manajemen yang berhubungan dengan orang-orang kemampuan menggerakkan orang-orang adalah merupakan suatu seni untuk mempengaruhi atau memotivasi sehingga orang tersebut dengan senang hati dan sukarela melakukan apa yang kita inginkan.
  • Controlling / pengawasan yaitu tindakan manajerial yangmengusahakan agar pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dilakukan secara efektif dan efisien syaratnya : 1. bersifat fleksibel ; 2. bersifat menyeluruh ; 3. bersifat “fact finding” ; 4. dilakukan oleh semua orang yang terlibat ; 5. bersifat preventif ; 6. bersifat diagnostic ; 7. mampu menjamin adanya tindakan perbaikan ; 8. sederhana dan murah 4 langkah pengawasan adalah : 1. menetapkan criteria atau standard ; 2. mengumpulkan data / fakta ; 3. melakukan pengukuran ; 4. perbaikan.

VI.     MEMANAGE SUATU ORGANISASI
¨  Memanage suatu organisasi adalah mengatur atau mengelola organisasi sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen yang benar
¨  Bila ingin menjalankan roda organisasi maka perlu memperhatikan hal-hal sebabai berikut :
a.       Sebagai suatu proses teoritik, di dalam organisasi erjadi interaksi inter antar anggota organisasi, sehingga di sini akan terjadi 2 hubungan yaitu hubungan formal dan informal dibutuhkan kerjasama yang baik antar anggota
b.      Unsure pokok organisasi adalah adanya 2 orang autau lebih yangbekerjasama, adanya bentuk hubungan tertentu dan adanya tujuan yang ingin dicapai koordinasi  dan penyempurnaan rangkaian hirarkis; yaitu rangkaian hubungan anak tangga akibat adanya pembagian tugas dan wewenang dari yang paling bawah sampai yang paling tinggi
c.       Perlu memperhatikan unsur  : perencanaan, penentuan keputusan, pembimbingan, pengorganisasian, pengendalian dan penyempurnaan sistim kerja
d.      Sebagai pelaku manajemen harus selalu dikembangkan prinsip-prinsip : sense of belonging ( rasa memiliki ) ; sense of responsibility ( rasa turut bertanggung jawab ) ; sense of participation ( rasa turut serta )

VII.   KONSEP MANAJEMEN TERAPAN
§  MBO ( Management By Objective ) upaya manajerial untuk melakukan pendekatan bagi pencapaian tujuan konsep MBO dipakai untuk mencapai tujuan khusus yang telah ditetapkan bersama syarat yang tituntut adalah penyusunan tujuan yang nyata (tangible), dapat dibuktikan (verifiable), dapat diukur (measurable) sangat berguna bila setiap orang merasa terlibat dalam menentukan tujuan atau sasaran organisasi sangat menolong mereka untuk mengevaluasi dirinya sangat berguna bagi Performance Appraisal (penilaian kinerja) kelamahan : a. jika penentuaan tujuan/sasaran tidak melibatkan atau mewakili seluruh anggota, usaha pencapaian tujuan tentu tidak akan efektif ; b. dalam prakteknya banyak mengalami kesulitan dengan kekompleksan tujuan yang muncul dari para anggotanya ( kerap kali yang muncul adalah jalan tengah yang tidak menyel;esaikan masalah atau bahkan hanya putusan sepihakl dari pihak pimpinan ;  yangsangat ditakutkan adalah munculnya sikap oportunis/mengambil keuntungan para anggota organisasi untuk mencapai tujuannya
 
§  TQC ( Total Quality control ) proses penyatuan arus operasional dari suatu organisasi untuk mrncapai efisiensi dan efektivitas yang tinggi kualitas menjadi tekanan utama setiap kesalahan / pemborosan harus segera dapat diketahui dan diatasi syarat utama bagi pemberlakuan TQC adalah keterbukaan, kerjasama dan keberanian untuk memberikan kritik serta melakukan perubahan falsafahnya : bagaimana melakukan perobahan untuk terus dapat meningkatkan kinerja, namun terus dapat meningkatkan efisiensi kelemahannya : asumsi dasarnya adalah memperlakukan manusia seperti mesin ; tingginya tingkat saling ketergantungan antar individu dalam proses manajemen tesebut dalam TQC seseorang lebih diharapkan sebagai generalis daripada spesialis agar kesalahan atau ketidakhadiran seseorang dapat segera digantikan oleh orang lain
§  TQM ( Total Quality Management ) sistim manajemen yang berfokus pada orang dan bertujuan untuk meningkatkan kepuasan orang yang dilayani penerapan TQM ini sebenarnya merupakan respon terhadap kompetisi global dan perubahan paradigma yang terjadi di dalamnya dalam TQM bangunan dasar manajemen yaitu : paradigma, keyakinan dan nilai dasar serta sistim/informasi manajemen ditata ulang kerangka berpikir dalam pengembangan TQM selalu di,mulai dari asumsi tentang kenyataan lingkungan (bicara jujur tentang realitas dan berusaha melihat paradigma yang berkembang yang kemudian diunagkapkan dalam misi organisasi dalam misi ini yang perlu diketahui adalah kebutuhannya  apa ? Siapa sasarannya ? kegiatannya apa ? Kemampuan kita bagaimana ? barulah disusun visi dan perencanaan kegiatan perlu menyusun kembali global mindset (penataan mental menyeluruh) kelemahannya terletak pada karakter pelaku manajemennya. Jika ia orang malas, tidak mau berkembang dan berkemampuan rendah maka konsep ini akan sulit dilaksanakan ; karena TQM selalu berpacu pada perubahan maka setiap pelaku manajemen akan dituntut selalu siap berubah
§  TQS ( Total Quality Service ) pengembangan dari konsep TQM, bila TQM kebutuhan pelanggan masih dilihat dan dilayani sebagai kebutuhasn kelompok, TQS kebutuhan pelanggan dilihat dari kebutuhan personal yang khas (sebagai bentuk pelayanan) konsekuensinya segala aspek atau fungsi manajemen harus disesuaikan dengan pelanggan. Oleh karena itu perubahan sistim dan budaya organisasi sangat dipengaruhi penyesuaiakan tersebut dalam TQS mutu pelayanan menjadi faktor penentu sekalihgus pembeda dalam kehidupannya proses menjadi ukuran dan criteria yang sangat penting kelemahan yang sangat menonjol dalri TQS adalah terlalu lamanya kita terlibat dalam proses pelayanan. Ini akan sangat melelahkand an membosankan, namun demikian inilah fakta perkembangan dunia manajemen modern, yang telah menciptakan kompetisi yang sangat tinggi dan menuntut pelayanan yangf sangat individual
§  Simpulan : pada prakteknya sulit mendapatkan praktek manajemen yang 100% murni dalam menerapakan satu konsep manajemen ; dari keempat bkonsep itu kita melihat adanya bagian yang tumpang tindh, yaitu efektivitas pencapaian tujuan atau sasarankita harus pandai memilih konsep mana yang tepat untuk gereja kita

 
VIII. LANGKAH-LANGKAH MEMANAGE SUATU ORGANISASI
1.        Penentuan Visi, Misi dan Tujuan Visinya apa ? untuk mencapai visi apa yang harus dikerjakan berdasarkan tujuannya
2.       Penentuan Sasaran Atau Isu Strategis fungsi utamanya adalah penentuan/pemilihan dan pengembangan kunci keberhasilan untuk mencapai visi dan misinya
3.       Penentuan langkah-langkah strategis melalui SWOT analysis ( Strength/kekuatan, Weakness/kelemahan, Opportunity/kesempatan atau peluang  dan Threat/ancaman atau hambatan ) kemudian susun kegiatan dengan memperhatikan : nama, tujuan, sasaran, bentuk, waktu dan tempat, anggaran, penanggung jawab, referensi/catatan
4.      Mengorganisir dan menggerakkan apa yang sudah direncanakan perhatikan sasaran utama maupun sasaran antara ( jangka panjang maupunjangka pendek ) susunlah time schedule ( jadwal kegiatan ) secara terperinci dengan memperhatikan job descriptions yang jelas melaksanaklan program yang disusun berdasarkan time schedule yang ada kemungkinan ada hambatan/kesulitan maka diperlukan analisis kembali untuk kemudian menentukan langkah strategis baru untuk mencapai visinya atau tujuannya
5.       Mengkontrol segala sesuatu yang dikerjakan dengan berpedoman pada job descriptions dan time schedulenya bila mengalamai hambatan atau segala sesuatu yang tidak beres atau menyimpang dari rencana ataupun time schedulenya segera lakukan koordinasi atau laporkan kepada orang yang lebih berwenang atau berkompeten pada bidangnya.
6.       Membuat pelaporan secara lengkap apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan job descriptionsnya, baik itu apa yang direncanakan, apa yang sudah dilaksanakan, apa yang tidak dapat terlaksana, apa hambatannya, berapa prosentase keberhasilan pelaksanaan tugas dan kesimpulannya
7.       Melakukan evaluasi secara menyeluruh apakah yang direncanakan kemudian dilaksanakan itu mampu mewujudkan visi yang menjadi cita-cita bersama.

IX.    PENUTUP
*  Mewujudkan suatu harapan menjadi kenyataan itu sangatlah tidak mudah, akan tetapi lebih baik kita mencoba melakukan usaha menggapai harapan daripada kita tidak pernah tahu dan tidak mau tahu bagaimana harapan itu harus kita capai
*  Catatan diatas hanyalah sebagian kecil dari usaha kita untuk mewujudkan impian menjadi suatu kenyataan, namun dari hal-hal kecil inilah kita akan menemukan perkara-perkara besar
*  Alangkah lebih baik apabila kita mau menjadi orang dapat dipakai untuk segala sesuatu yang orang lain kerjaklan, walaupun kita hanya menjadi ekor atau bagian kecil dari kukunya
*  Selamat melayani, Tuhan memberkati dan ingatlah : “upahmu besar di surga



Catatan kaki :
-          materi ini disarikan dari berbagai sumber dan referensi yang relevan